Kotak wayang yang lama terkunci di Solo, Petruk yang bayangannya bergerak sendiri, dan lakon yang belum selesai.
Sejak tanggapan sepi dan penonton pindah ke layar ponsel, Ki Harso berhenti mendalang dan mengunci kotak wayangnya di gudang. Ajeng, putrinya yang berumur tiga belas tahun, membuka kotak itu diam-diam untuk tugas sekolah. Malam itu, di dinding kamarnya, bayangan Petruk bergerak sendiri dan mulai menulis ulang buku lakon ayahnya, kalimat demi kalimat, dengan satu pesan yang diulang-ulang: lakon ini belum selesai. Lalu pertunjukan mereka viral, agensi dari Jakarta datang membawa kontrak, dan suatu malam wayang Petruk tidak lagi punya bayangan. Cerita fantasi enam episode.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!