Tiket habis, tabungan menipis, dan tiga orang harus pulang ke pulau ibu dengan cara apa pun.
Pak Hendra, Sari, dan Bima kehabisan tiket mudik akhir tahun ke kampung almarhumah ibu mereka di Pulau Bawean. Bukannya batal, mereka berangkat juga: naik bus, kereta, menumpang pick-up, lalu kapal, bergantian dengan segala kejutan di jalan.
Di setiap pergantian moda, satu per satu alasan sebenarnya mereka pulang mulai terungkap: kaleng biskuit berisi surat, amplop cokelat yang disembunyikan, dan sesuatu yang selama ini Bapak simpan sendiri. Cerita enam episode ini sudah tamat dan bisa dibaca sampai episode terakhir.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!