Kakek tujuh puluh empat tahun bersikeras berjalan kaki ke makam istrinya di Gunungkidul. Cucunya yang sedang menunggu panggilan kerja terpaksa menemani.
Setiap tahun menjelang Nyadran, Mbah Karto berjalan kaki dari Yogyakarta ke desanya di Gunungkidul untuk membersihkan makam istrinya. Tahun ini anak-anaknya melarang, dan hanya Damar, cucunya yang baru lulus kuliah dan sudah dua puluh kali ditolak kerja, yang bersedia menemani. Cerita tiga episode tentang langkah pelan, ladang kapur, dan kesabaran yang tidak bisa diajarkan lewat ponsel.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!